Pengusaha di Kota Jogja mengakui erupsi Gunung Merapi tahun 2010 ini memberikan dampak besar. Dengan serentenan peristiwa yang terjadi, diperkirakan 2-3 bulan kedepan, keadaan Jogja akan pulih seutuhnya.
Keterangan ini diberikan pemilik Sidiq Manajemen, Sodikin, Kamis (11/11). Pria ini menuturkan sejak akhir Oktober, jumlah pendapatan terus mengalami penurunan hingga kemarin.
“Jelas mempengaruhi, turunnya sampai 70 persen. Jogja semakin sepi ditambah dengan ditutupnya Bandara Adi Soetjipto. Kebetulan di Jogja, saya punya 9 outlet dengan segmen untuk pendatang, otomatis keadaan ini semakin menyebabkan omzet turun drastis,” kata dia.
Ditanya mengenai prediksi perdagangan di Jogja akan pulih seperti semula, pria ini menuturkan tidak merasa yakin kondisi kota ini akan pulih cepat. Berdasarkan pengamatannya meski aktivitas merapi turun dan statusnya ikut turun tetapi masyarakat tetap merasakan dampak psikologis. Artinya, masih ada ketakutan yang tersisa sehingga menyebabkan wisatawan memundurkan waktu.
Di sisi lain, ia menilai wisatawan lokal saat ini semakin tertata merencanakan agenda. Dengan demikian, jika bulan ini aktivitas Gunung Merapi dinyatakan normal maka butuh waktu sekitar 2-3 bulan untuk memutuskan bertandang ke Jogja.
“Sekarang ini semakin banyak merencanakan wisatanya. Kalau sekarang dinyatakan aman, ya mereka akan mempersiapkan uang dan yang lainnya dulu kan. Mungkin butuh waktu 2-3 bulan atau awal tahun depan baru bisa benar-benar kembali normal. Tapi kan masalahnya, kita tidak status ini sampai kapan,” tuturnya.
Ketua Paguyuban Pengusaha Malioboro (PPM), Suryadi Suryadinata menjelaskan selain menunggu keadaan aman, dia menegaskan aspek terpenting pemulihan sendi perekonomian Kota Jogja ialah masyarakat itu sendiri.
“Yang penting itu bagaimana masyarakat Jogja menyikapi keadaan, enggak boleh loyo. Lalu harus menjaga supaya Malioboro selalu bersih,” kata pemilik Batik Surya ini.
Suryadi menilai promosi mengenai keadaan Jogja juga patut dilakukan untuk semakin menunjang pemulihan DIY. Dalam hal ini, masyarakat maupun pemerintah daerah dapat mempergunakan media yang ada.
Memanfaatkan keanggotaan untuk pusat perbelanjaan miliknya, Sodikin menjelaskan staf Sidiq Manajemen telah menyebarkan berita mengenai keamanan kota Jogja melalui email. Informasi tersebut berupaya dilakukan tanpa memanipulasi data.
“Kita ini kan diberitakan yang serem-serem di televisi lalu ada sms yang tidak jelas, padahal keadaan kita tidak seperti yang diceritakan. Alhamdulilah, sampai saat ini Kota Jogja aman dan kita beraktivitas seperti biasa. Saya harap kita juga diekspos secara nasonal tentang hal ini. Kalau yang namanya debu saya rasa wajar namanya juga erupsi,” ulasnya.(Mediani Dyah Natalia/Harian Jogja)